<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> 
  <rss version="2.0"><channel> 
				<title>RSS DPRD Purworejo</title> 
				<description></description>
				<link>https://dprd.purworejokab.go.id/</link> 
				<language>id-id</language><item>
						                <title>Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/komisi-i-dprd-purworejo-hadiri-fgd-penyusunan-perubahan-perda-tentang-badan-permusyawaratan-desa</link>
						                <description>Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Penjelasan/Keterangan Rancangan Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa (BPD), yang diselenggarakan pada Sabtu (6/6/2026) di Sego Pulen, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
‎
‎Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo Budi Sunaryo beserta anggota Komisi I. Turut hadir perwakilan perangkat daerah terkait serta tenaga ahli dari PT Venus Yogyakarta yang memberikan pendampingan dalam proses penyusunan perubahan regulasi tersebut.
‎
‎FGD dilaksanakan sebagai forum untuk memperoleh masukan, saran, dan penyempurnaan terhadap penjelasan atau keterangan Rancangan Perubahan Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 tentang Badan Permusyawaratan Desa. Pembahasan difokuskan pada penyesuaian substansi regulasi agar selaras dengan perkembangan peraturan perundang-undangan dan kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan desa.
‎
‎Selain peserta yang hadir secara langsung, kegiatan juga diikuti oleh perwakilan Kementerian Hukum Kantor Wilayah Jawa Tengah melalui media daring. Kehadiran narasumber dari Kementerian Hukum diharapkan dapat memberikan masukan dari aspek harmonisasi dan sinkronisasi peraturan perundang-undangan.
‎Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan proses penyusunan Rancangan Perubahan Peraturan Daerah tentang Badan Permusyawaratan Desa dapat menghasilkan regulasi yang lebih komprehensif, implementatif, dan mampu memperkuat peran BPD dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Kabupaten Purworejo.</description>
					                </item><item>
						                <title>Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/bapemperda-dprd-kabupaten-purworejo-hadiri-fgd-bahas-raperda-pengelolaan-rumah-kos-dan-rumah-komersial</link>
						                <description>Purworejo – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Purworejo hadiri FGD membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial. Pembahasan ini dilakukan sebagai upaya menghadirkan regulasi yang mampu mengatur keberadaan rumah kos dan rumah komersial secara tertib, aman, nyaman, serta memberikan kepastian hukum bagi pemilik, pengelola, penghuni, maupun masyarakat sekitar. ‎FGD dihadiri oleh anggota Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo bersama sejumlah pihak terkait. ( 6/6/2026)&nbsp;‎Kegiatan yang berlangsung di Sego Pulen, Temon, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, diselenggarakan oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Purworejo bekerja sama dengan PT. Visi Indonesia Mandiri Berkemajuan.&nbsp;Raperda tersebut disusun dengan mempertimbangkan semakin berkembangnya sektor pendidikan, perdagangan, jasa, pertanian, dan aktivitas pemerintahan di Kabupaten Purworejo yang mendorong meningkatnya kebutuhan hunian sementara bagi masyarakat pendatang. Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan rumah kos dan rumah komersial yang perlu diatur pengelolaannya agar tidak menimbulkan potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.&nbsp;Dalam pembahasan, Bapemperda menyoroti sejumlah ketentuan penting, di antaranya kewajiban setiap pelaku usaha rumah kos dan rumah komersial untuk memiliki perizinan berusaha melalui sistem Online Single Submission (OSS). Selain itu, pengelola diwajibkan memenuhi berbagai persyaratan administrasi serta memastikan pengelolaan hunian berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.&nbsp;Di sisi lain, penghuni juga diwajibkan mematuhi tata tertib yang berlaku, menjaga ketenteraman lingkungan, memberikan data identitas yang benar, serta berpartisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan. Raperda ini juga memuat berbagai larangan, termasuk penggunaan rumah kos dan rumah komersial untuk kegiatan yang melanggar hukum seperti perjudian, prostitusi, penyalahgunaan narkotika, maupun tindakan asusila.Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo menyampaikan bahwa penyusunan regulasi ini bertujuan memberikan kepastian hukum, menciptakan lingkungan hunian yang aman dan nyaman, meningkatkan tertib administrasi kependudukan, menjaga ketenteraman masyarakat, serta mendukung peningkatan pendapatan asli daerah.Melalui pembahasan Raperda ini, DPRD Kabupaten Purworejo berharap keberadaan rumah kos dan rumah komersial dapat memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara optimal, sekaligus tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan sekitar. Regulasi ini nantinya juga menjadi landasan bagi Pemerintah Daerah dalam melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian terhadap penyelenggaraan rumah kos dan rumah komersial di Kabupaten Purworejo.</description>
					                </item><item>
						                <title>Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/reses-dprd-purworejo-di-desa-semono-warga-sampaikan-keluhan-jalan-rusak-hingga-fasilitas-paud</link>
						                <description>Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. Subeno, menggelar kegiatan reses masa persidangan II tahun 2026 di Desa Semono, Kecamatan Bagelen. Kegiatan tersebut dihadiri puluhan warga yang antusias menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan desa secara langsung.Reses berlangsung hangat dan penuh dialog antara masyarakat dengan wakil rakyat dari Dapil 2 yang meliputi wilayah Bagelen, Purwodadi, dan Ngombol.Kepala Desa Semono, Marsono, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Drs. Subeno di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila penyambutan dan fasilitas yang disediakan masih sederhana.“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Drs. Subeno yang sudah hadir langsung di Desa Semono untuk mendengar aspirasi masyarakat. Mohon maaf apabila tempat yang kami sediakan masih ala kadarnya,” ujarnya.Dalam penyampaiannya, Drs. Subeno menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota DPRD yang dilakukan di luar gedung legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.“Reses adalah tugas anggota DPRD melaksanakan pekerjaan di luar gedung dewan. Tujuannya untuk silaturahmi dengan warga di dapil, menampung aspirasi, sekaligus mendengar unek-unek masyarakat,” kata Subeno.Ia menjelaskan bahwa aspirasi masyarakat nantinya akan disampaikan melalui OPD terkait sesuai aturan dan mekanisme pemerintah daerah agar dapat masuk dalam program pembangunan.Subeno juga menyampaikan bahwa anggaran aspirasi dewan saat ini mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya mencapai sekitar Rp1,2 miliar, kini hanya sekitar Rp600 juta sehingga usulan masyarakat harus diprioritaskan sesuai kebutuhan mendesak.Meski demikian, ia meminta masyarakat tetap menjaga komunikasi dan tidak sungkan datang apabila membutuhkan bantuan.“Silaturahmi harus dijaga. Tidak usah canggung main ke rumah kalau ada keperluan. Kalau ada kebutuhan yang bisa saya bantu semampunya di luar program reses seperti semen, bola voli atau net voli, insyaallah akan saya bantu,” ungkapnya.Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi desa. Salah satu warga mengusulkan bantuan tirai atau cungkup makam (punden) serta lampu penerangan jalan di jalur Semagung menuju Semono.Warga lainnya, Joko, mengeluhkan kondisi jalan poros Desa Semono menuju Semagung-Durensari yang mengalami longsor dan meminta segera dilakukan penanganan.Dari kalangan perempuan, Siti menyampaikan minimnya fasilitas PAUD di Desa Semono dan berharap ada perhatian dari pemerintah.“PAUD kami belum memiliki fasilitas yang memadai. Kami berharap ada bantuan dan perhatian,” katanya.Selain itu, pemuda desa juga meminta dukungan untuk kegiatan olahraga voli yang mulai aktif kembali. Kelompok kesenian tradisional turut berharap adanya bantuan perlengkapan untuk menghidupkan kembali kesenian jaran kepang di Desa Semono.Tokoh masyarakat Budi Trapsilo menyampaikan bahwa pembangunan pepunden desa yang menggunakan dana desa masih membutuhkan tambahan dukungan, mulai dari pembangunan cungkup, dapur hingga akses jalan makam.Sementara Heru Purwanto menyoroti kondisi jalan rusak menuju makam desa serta persoalan pendidikan pasca regrouping SD Semono ke sekolah desa sebelah.“Banyak siswa kesulitan karena lokasi sekolah jauh dan harus diantar setiap hari. Ini perlu perhatian bersama,” ujarnya.Melalui kegiatan reses tersebut, masyarakat berharap berbagai usulan yang disampaikan dapat diperjuangkan dan direalisasikan demi pemerataan pembangunan di Desa Semono.(*)&nbsp;</description>
					                </item><item>
						                <title>Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/reses-dprd-purworejo-di-ketangi-warga-sampaikan-aspirasi-irigasi-hingga-fasilitas-olahraga</link>
						                <description>Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi PDI Perjuangan, Subeno, menggelar kegiatan reses masa persidangan kedua tahun 2026 di Desa Ketangi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan penuh antusiasme warga yang hadir untuk menyampaikan berbagai aspirasi pembangunan di wilayah mereka.Reses yang digelar di Dapil 2 meliputi wilayah Purwodadi, Ngombol, dan Bagelen itu dihadiri tokoh masyarakat, kelompok tani, karang taruna, hingga warga sekitar. Dalam sambutannya, Kid Hamzah Panggung S menyampaikan bahwa Desa Ketangi selama ini banyak mendapatkan bantuan aspirasi sejak tahun 2010, khususnya dari kader PDI Perjuangan.“Kami berharap pertemuan ini bisa mempererat persatuan dan kesatuan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh warga yang sudah hadir dan meluangkan waktunya untuk bersilaturahmi dalam acara reses ini,” ujarnya.Subeno menjelaskan bahwa reses merupakan tugas anggota DPRD yang dilaksanakan di luar gedung dewan untuk bertemu langsung dengan konstituen di daerah pemilihannya.&nbsp;Tujuannya adalah menyerap dan menampung aspirasi masyarakat agar bisa diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.“Reses menjadi sarana silaturahmi sekaligus mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat. Dulu dana hibah aspirasi bisa mencapai Rp1,5 miliar, sekarang tinggal sekitar Rp600 juta sehingga harus benar-benar tepat sasaran,” jelas Subeno.Dalam dialog bersama warga, sejumlah aspirasi disampaikan. Ambiyah meminta agar irigasi dari Keduren menuju Ketangi segera diperbaiki karena kondisinya dinilai penting untuk mendukung pertanian warga.Sementara itu, Priyono dari Kelompok Tani Bumi Sari mengusulkan bantuan mesin sibel dan pompa air guna menunjang kebutuhan pengairan lahan pertanian.Aspirasi lain datang dari Purwadi yang meminta perbaikan jalan poros desa penghubung Ketangi dengan Bragolan karena menjadi akses utama masyarakat sehari-hari.Tak hanya infrastruktur, perhatian terhadap generasi muda juga disampaikan Panji Ramdani selaku Ketua Karang Taruna. Ia berharap adanya bantuan fasilitas olahraga untuk lapangan voli yang selama ini menjadi tempat aktivitas pemuda desa namun fasilitasnya masih belum lengkap.Selain itu, warga juga menyoroti perkembangan Kelompok Ternak Gembala Sari yang dinilai sukses berkembang pesat. Dari awalnya hanya memiliki sekitar 10 ekor sapi, kini kelompok tersebut telah berkembang hingga mencapai ratusan ekor ternak.Menanggapi berbagai usulan tersebut, Subeno menyatakan siap membantu secara bertahap sesuai kemampuan dan skala prioritas. Bahkan untuk mendukung kegiatan masyarakat, dirinya siap memberikan bantuan 20 sak semen sebagai pemantik agar tumbuh swadaya masyarakat.“Saya siap membantu 20 sak semen. Harapannya ini bisa menjadi pemantik semangat gotong royong dan swadaya masyarakat untuk pembangunan desa,” pungkasnya.Kegiatan reses berlangsung penuh keakraban dan diakhiri dengan dialog bersama warga serta penyerapan aspirasi yang nantinya akan dibawa ke pembahasan di DPRD Kabupaten Purworejo. (*)</description>
					                </item><item>
						                <title>DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/dprd-kabupaten-purworejo-gelar-bimbingan-teknis--bimtek-pimpinan-dan-anggota-dprd</link>
						                <description>Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Purworejo mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan kerjasama DPRD Kabupaten Purworejo dengan Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta melalui Pusat Studi Kebijakan Publik dan Pemberdayaan Masyarakat (PSKPPM), pada tanggal 24 hingga 26 Mei 2026 di Hotel Loman Park Yogyakarta.‎Kegiatan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Fungsi Anggaran dan Pengawasan DPRD Dalam Mendorong Kinerja Pembangunan Kabupaten Purworejo”.&nbsp;‎Kegiatan Bimtek DPRD Kabupaten Purworejo dibuka langsung oleh Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, S.Sos. Sebelum memberikan sambutan dan membuka acara, Ketua DPRD meminta seluruh Pimpinan dan Anggota untuk hening sejenak sebagai bentuk penghormatan dan memanjatkan doa kepada Alm. Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Sri Susilowati, S. E., yang telah wafat pada tanggal 22 Mei 2026. Dalam sambutannya, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman, wawasan, dan kemampuan DPRD dalam menjalankan fungsi penganggaran dan pengawasan secara optimal. Sebagai lembaga legislatif daerah, DPRD memiliki peran strategis dalam memastikan bahwa kebijakan pembangunan daerah berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas melalui kegiatan seperti ini sangat diperlukan agar tugas dan tanggung jawab yang diamanahkan kepada DPRD dapat dilaksanakan secara profesional dan berintegritas. Kami berharap melalui kegiatan Bimbingan Teknis ini, seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan untuk berdiskusi, bertukar pengalaman, serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai strategi pengawasan dan pengelolaan anggaran daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Purworejo yang lebih maju dan sejahtera, " ucap Ketua DPRD".‎Bimtek ini dilaksanakan sebagai bagian dari fasilitasi peningkatan kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dalam menjalankan tugas dan fungsi kelembagaan, khususnya di bidang penganggaran dan pengawasan pembangunan daerah.&nbsp;‎Melalui kegiatan ini, Pimpinan dan anggota DPRD memperoleh penguatan materi terkait strategi pengawasan pelaksanaan program pembangunan, efektivitas pengelolaan anggaran daerah, serta peningkatan sinergi antara legislatif dan eksekutif guna mewujudkan pembangunan daerah yang lebih optimal dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.‎Selain sebagai forum peningkatan kapasitas, kegiatan ini juga menjadi sarana diskusi dan bertukar pengalaman dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah, termasuk penguatan peran DPRD dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.‎Diharapkan melalui pelaksanaan Bimtek ini, Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Purworejo semakin optimal dalam menjalankan fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan demi mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Purworejo</description>
					                </item><item>
						                <title>DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/dprd-kabupaten-purworejo-hadiri-rakor-kesiapan-penanganan-kelangkaan-air-bersih-dan-karhutla-pada-musim-kemarau-tahun-2026</link>
						                <description>Purworejo, – DPRD Kabupaten Purworejo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Musim Kemarau Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Purworejo di Aula BPBD Kabupaten Purworejo, Kamis (21/5/2026).Hadir mewakili lembaga DPRD, H. Much Dahlan, S. E, selaku Anggota DPRD Kabupaten Purworejo.&nbsp;‎Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Edaran Sekretariat Daerah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait kesiapsiagaan penanggulangan Karhutla tahun 2026 dan potensi El Nino tahun 2027 di wilayah Jawa Tengah.‎Rapat koordinasi dihadiri oleh unsur Forkopimda, OPD terkait, instansi vertikal, TNI/Polri, camat se-Kabupaten Purworejo, serta berbagai stakeholder lainnya. Kehadiran DPRD Kabupaten Purworejo merupakan bentuk dukungan terhadap upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan selama musim kemarau.‎Dalam kegiatan tersebut dibahas langkah-langkah strategis penanganan kekeringan, distribusi bantuan air bersih, pemetaan wilayah rawan terdampak, hingga penguatan koordinasi lintas sektor guna meminimalisasi dampak bencana yang mungkin terjadi.‎DPRD Kabupaten Purworejo mendukung penuh sinergi antarinstansi dalam upaya mitigasi bencana serta mendorong kesiapan seluruh elemen masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kekeringan dan Karhutla pada musim kemarau tahun ini.‎Melalui rapat koordinasi tersebut diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan koordinasi dan respons cepat dalam penanganan bencana, sehingga masyarakat Kabupaten Purworejo tetap aman dan kebutuhan air bersih dapat terpenuhi dengan baik selama musim kemarau berlangsung.</description>
					                </item><item>
						                <title>Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/komisi-ii-dprd-kabupaten-purworejo-gelar-rapat-pembahasan-pelaksanaan-kegiatan-perangkat-daerah-tahun-2026</link>
						                <description>Purworejo – Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo menggelar rapat kerja bersama perangkat daerah terkait pembahasan pelaksanaan kegiatan perangkat daerah Tahun 2026, bertempat di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, Senin (18/5/2026).Rapat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo. Kegiatan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Alipman Syafi`i, S.E., guna membahas pelaksanaan program dan kegiatan perangkat daerah sebagai bagian dari upaya sinkronisasi perencanaan pembangunan daerah tahun anggaran 2026.Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD menyoroti berbagai program prioritas yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur untuk mendukung Pengelolaan Sumber Daya Air, Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Drainase, Penyelenggaraan Jalan, Penataan Ruang, Ketahanan Pangan, Pertanian yang diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Purworejo.Melalui forum ini, DPRD Kabupaten Purworejo berharap adanya koordinasi dan komunikasi yang baik antara legislatif dan perangkat daerah agar pelaksanaan program tahun 2026 dapat berjalan efektif, tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.Kegiatan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan dalam rangka mendukung pembangunan Kabupaten Purworejo yang lebih maju dan sejahtera.</description>
					                </item><item>
						                <title>DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/dprd-apresiasi-peluncuran-pompa-air-tenaga-surya-di-krandegan</link>
						                <description>PURWOREJO – DPRD Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi terhadap inovasi desa mandiri energi berupa peluncuran alat pengairan pertanian bertenaga surya di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mendukung sektor pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
‎
‎Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, yang juga berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Bayan dan Banyuurip. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan untuk membantu kebutuhan petani di wilayah setempat.
‎
‎Menurut Rudi, penggunaan panel surya untuk mengoperasikan pompa air yang mengambil sumber air dari sungai menuju area persawahan merupakan solusi yang tepat di tengah tantangan kebutuhan energi dan biaya operasional pertanian.
‎
‎"Kegiatan ini sangat bagus untuk para petani di desa ini. Inovasi seperti ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang benar-benar membutuhkan teknologi baru," ujarnya.
‎
‎Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian petani masih mengandalkan pompa berbahan bakar solar maupun bensin yang dinilai kurang efisien dan sering terkendala ketersediaan bahan bakar.
‎
‎"Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem ini menjadi solusi yang efisien, lebih murah, dan tidak memerlukan bahan bakar. Harapannya, desa-desa lain dapat mengadopsi teknologi serupa sebagai alternatif pengairan pertanian yang lebih baik," tambahnya.
‎
‎Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, Alipman Syafi&#039;i, juga menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani.
‎
‎Ia menilai keberadaan pompa energi surya berpotensi meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui terpenuhinya kebutuhan air secara lebih optimal.
‎
‎"Ke depan diharapkan hasil pertanian dapat meningkat. Yang sebelumnya mungkin hanya satu kali panen, bisa meningkat hingga tiga kali panen dalam setahun," katanya.
‎‎Selain itu, ia menyebut masih terdapat sejumlah wilayah lain di Dapil III yang memiliki potensi untuk penerapan program serupa, khususnya daerah yang mengalami keterbatasan air saat musim kemarau.
‎Melalui inovasi tersebut, DPRD Purworejo berharap pemanfaatan energi terbarukan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Purworejo.</description>
					                </item><item>
						                <title>H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/h-akhmad-afif-soroti-dampak-akademik-rencana-kelas-jauh-uny-di-purworejo</link>
						                <description>Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo sekaligus Bendahara Fraksi Golkar, H. Akhmad Afif, menyampaikan pandangan akademik terkait rencana pembukaan kelas jauh oleh Universitas Negeri Yogyakarta di wilayah Purworejo.Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan perguruan tinggi lokal yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.“Perguruan tinggi lokal di Purworejo juga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda daerah. Karena itu, kebijakan pendidikan tinggi harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem akademik lokal,” katanya, Sabtu (09/05/2026).H. Akhmad Afif menilai pembukaan kelas jauh berpotensi menciptakan persaingan yang tidak seimbang dalam penerimaan mahasiswa baru. Kampus lokal dengan sumber daya terbatas dikhawatirkan akan menghadapi tekanan besar dari institusi pendidikan yang memiliki nama besar, infrastruktur, dan daya tarik nasional.Ia menyebut kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya jumlah mahasiswa baru, terganggunya stabilitas kelembagaan kampus lokal, hingga terhambatnya pengembangan program studi yang telah berjalan.Selain itu, ia berpandangan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di Purworejo seharusnya dilakukan melalui penguatan perguruan tinggi lokal, bukan melalui dominasi institusi dari luar daerah.“Jika tujuan utamanya meningkatkan kualitas SDM, maka yang perlu diperkuat adalah kapasitas kampus lokal melalui pembinaan akademik, kolaborasi riset, pertukaran dosen, dan pengembangan kurikulum bersama,” katanya.Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pendidikan tinggi daerah agar tetap sehat, mandiri, dan mampu berkembang sesuai potensi lokal.Sebagai solusi, H. Akhmad Afif mendorong adanya kemitraan strategis antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan perguruan tinggi di Purworejo dalam bentuk program peningkatan mutu akademik, pusat riset bersama, hingga pelatihan dosen dan tenaga kependidikan.“Kolaborasi akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan persaingan yang justru berpotensi melemahkan kampus lokal. Yang dibutuhkan adalah sinergi untuk kemajuan pendidikan tinggi di Purworejo,” pungkasnya.(*)</description>
					                </item><item>
						                <title>Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet</title>
						                <link>https://dprd.purworejokab.go.id/berita/detail/launching-kontingen-porprov-2026-dprd-purworejo-tegaskan-komitmen-dukung-prestasi-atlet</link>
						                <description>Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo SSos menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pengembangan olahraga dan prestasi atlet daerah saat menghadiri launching kontingen Kabupaten Purworejo untuk ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.Kegiatan launching kontingen tersebut digelar di Ganeca Convention Hall pada Sabtu (9/5/2026), dan dihadiri jajaran Sekda Purworeoj, jajaran Forkopimda, pengurus KONI, pelatih, atlet, serta sejumlah tamu undangan.Usai kegiatan, Tunaryo menyampaikan harapannya agar para atlet mampu memberikan penampilan terbaik demi mengharumkan nama Kabupaten Purworejo di tingkat Provinsi Jawa Tengah.“Harapannya atlet-atlet yang mewakili Kabupaten Purworejo di Porprov bisa menampilkan yang terbaik bagi warga Purworejo dalam ajang Porprov Jawa Tengah,” ujar Tunaryo.Ia mengatakan, dukungan terhadap dunia olahraga tidak hanya diberikan dalam bentuk motivasi, tetapi juga melalui komitmen penganggaran yang lebih besar dibanding tahun sebelumnya.“Untuk tahun 2026 ini kita berkomitmen, anggaran juga sudah kita tambahi. Artinya lebih besar dari sebelumnya,” lanjutnya.Menurut Tunaryo, DPRD Kabupaten Purworejo memiliki perhatian serius terhadap pembinaan atlet muda sebagai bibit-bibit potensial daerah yang diharapkan mampu meraih prestasi di berbagai cabang olahraga.“Lembaga DPRD berkomitmen untuk mendukung prestasi anak-anak sebagai bibit-bibit yang ada di Kabupaten Purworejo. Tentunya kami juga berkomitmen dalam penganggaran untuk mendukung kegiatan-kegiatan KONI di semua cabang olahraga,” tegasnya.Launching kontingen tersebut menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Purworejo menghadapi Porprov Jawa Tengah 2026, sekaligus memberikan semangat kepada para atlet yang akan membawa nama daerah dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.(*)</description>
					                </item></channel>
  	</rss>