▴Hari Anak Nasional▴
- Duta GenRe Harus Mampu Jadi Contoh Baik Bagi Teman Sebaya
- Penguatan Posyandu 6 SPM, Muharomah Tekankan Pentingnya Dukungan bagi Para Kader
- Pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati
- Raih Sertifikat Eliminasi Malaria, Ketua DPRD Ingatkan Hal Ini
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
Keterbatasan Ruang Jadi Sorotan, Komisi I DPRD Purworejo Kunjungi Kesbangpol

Keterangan Gambar : Komisi I DPRD Purworejo melakukan kunjungan di Kantor Kesbangpol Purworejo.
Keterbatasan ruang kantor dan kebutuhan akan fasilitas pertemuan representatif menjadi perhatian utama Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan kunjungan kerja ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo, Selasa (6/1/2026).
Kunjungan kerja dalam daerah tersebut dilakukan dalam rangka memperkuat sinergi kemitraan antara Komisi I DPRD dengan Kesbangpol, sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan sarana dan prasarana penunjang kinerja organisasi.
Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Budi Sunaryo, menyampaikan bahwa Komisi I ingin memastikan kinerja Kesbangpol tetap berjalan optimal, termasuk di tengah masa transisi kepemimpinan kepala perangkat daerah. Menurutnya, kesinambungan program dan stabilitas kelembagaan harus tetap terjaga.
“Komisi I ingin memastikan bahwa pergantian pimpinan tidak mengganggu pelayanan serta fungsi pembinaan politik dan kemasyarakatan yang menjadi tugas utama Kesbangpol,” ujar Budi Sunaryo.
Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kabupaten Purworejo yang baru, Puguh Trihatmoko, SH, MH, mengungkapkan bahwa keterbatasan ruang menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini. Ia menjelaskan, gedung Kesbangpol merupakan bangunan cagar budaya sehingga tidak memungkinkan dilakukan perombakan struktur bangunan.
“Di sisi lain, Kesbangpol cukup sering mengadakan pertemuan dengan berbagai organisasi kemasyarakatan yang membutuhkan ruang aula yang memadai. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri,” jelas Puguh.
Ia menambahkan, masih terdapat lahan di halaman kantor Kesbangpol yang berpotensi dimanfaatkan untuk pembangunan fasilitas pendukung, seperti aula pertemuan, tanpa harus mengubah bangunan utama yang berstatus cagar budaya.(*)



