▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Genangan Air di Pasar Butuh Dinilai Mengganggu, DPRD Minta Penanganan Serius

Munculnya genangan air di kawasan Pasar Butuh, Kabupaten Purworejo, dinilai perlu segera disikapi oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (DinkUKMP) Kabupaten Purworejo. Genangan tersebut diketahui muncul akibat kondisi areal parkir di bagian depan pasar yang tidak rata.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan pengunjung dan pedagang, namun juga menimbulkan pemandangan yang kurang sedap. Terlebih, Pasar Butuh berada di jalur utama Purworejo–Kebumen yang memiliki tingkat lalu lintas cukup tinggi sehingga kondisi pasar menjadi sorotan masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo saat melakukan kegiatan pengawasan dalam daerah (wasda) menekankan agar persoalan genangan air tersebut benar-benar mendapat perhatian serius dari instansi terkait. Komisi III berharap penanganan segera dilakukan agar kondisi pasar menjadi lebih baik dan representatif.
Anggota Komisi III DPRD Purworejo, Hendro Susilo, mengatakan pihaknya memberikan penekanan kepada DinkUKMP agar segera mengambil langkah konkret. Ia berharap penanganan tersebut dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Ini perlu dilakukan penanganan segera. Lebih cepat, lebih baik,” kata Hendro Susilo, Selasa (13/1/2026).
Lebih lanjut, Hendro menilai Pasar Butuh memiliki potensi yang cukup besar jika dilihat dari sisi luasan dan lokasi strategisnya. Oleh karena itu, penataan pasar ke depan perlu dilakukan secara menyeluruh dan terencana.
“Kalau melihat luasannya, pasar ini punya potensi. Ke depan, terkait tata kelola dan pemanfaatannya harus dibuatkan masterplan yang jelas seperti apa,” ujarnya.
Ia menambahkan, penyusunan masterplan tersebut diharapkan melibatkan kolaborasi antara pemerintah desa dengan dinas terkait, sehingga penataan pasar dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
“Harapannya nanti pihak desa bisa berkolaborasi dengan dinas terkait. Ini tentu juga untuk menyukseskan visi misi Bupati Purworejo, yakni ‘Rame Pasare’, ‘Resik Pasare’, dan program-program lainnya,” kata Hendro Susilo. (*)



