▴Hari Anak Nasional▴
- Pembahasan Rancangan Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati
- Raih Sertifikat Eliminasi Malaria, Ketua DPRD Ingatkan Hal Ini
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
Iklim Investasi Buruk, DPRD Minta Pemda Permudah Perizinan Industri

DPRD Kabupaten Purworejo menyoroti masih lemahnya iklim investasi di daerah yang dinilai menjadi penghambat masuknya investor. Salah satu persoalan utama yang disorot adalah rumitnya proses perizinan industri.
Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa banyak calon investor enggan menanamkan modal di Purworejo karena proses perizinan yang dinilai sulit dan berbelit.
“Perizinan industri masih dirasa sulit. Akibatnya investor lebih memilih masuk ke kabupaten tetangga,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut harus segera dibenahi karena berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Minimnya investasi berimbas pada terbatasnya lapangan kerja dan rendahnya PAD.
Rudi mendorong pemerintah daerah melalui OPD terkait untuk memperbaiki sistem perizinan agar lebih mudah, cepat, dan transparan. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antarinstansi dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kalau investor masuk, otomatis PAD meningkat, lapangan kerja terbuka, dan angka kemiskinan bisa ditekan,” jelasnya.(*)



