Informasi Digitalisasi RSUD Tjitrowardojo Harus Diketahui Hingga Masyarakat Perdesaan

By DPRD PURWOREJO 16 Apr 2026, 10:01:27 WIB Kegiatan
Informasi Digitalisasi RSUD Tjitrowardojo Harus Diketahui Hingga Masyarakat Perdesaan

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo, Hj Tursiyati, mendorong optimalisasi program transformasi kesehatan digital yang diluncurkan RSUD Tjitrowardojo agar benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan hingga menjangkau masyarakat di tingkat desa.

Hal itu disampaikan Tursiyati saat ditemui usai menghadiri peluncuran program Transformasi Kesehatan Digital RSUD Tjitrowardojo pada Kamis (16/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari akselerasi transformasi layanan kesehatan berbasis teknologi serta integrasi sistem digital guna mewujudkan standar pelayanan publik yang lebih berkualitas.

“Harapan kami setelah dilaunchingkannya program ini, pelayanan di RSUD Tjitrowardojo semakin memudahkan pasien, baik dari sisi akses, kualitas layanan, maupun sarana prasarana yang kini sudah semakin lengkap dan modern,” ujarnya.

Ia menambahkan, RSUD Tjitrowardojo juga baru menerima tambahan peralatan kesehatan dari Kementerian Kesehatan. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit sebagai fasilitas kesehatan tipe B dan rujukan di wilayah Purworejo.

Lebih jauh, Tursiyati menyebut rumah sakit milik Pemkab Purworejo itu menargetkan menjadi “mercusuar” layanan kesehatan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Menurutnya, hal ini menjadi langkah positif tidak hanya dari sisi pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan daerah melalui skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Sebagai Ketua Komisi III yang membidangi perekonomian dan pendapatan, tentu kami berharap keberadaan RSUD ini juga bisa memberikan kontribusi terhadap keuangan daerah,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu segera dibenahi, salah satunya terkait fasilitas parkir yang dinilai belum memadai.

Di sisi lain, digitalisasi layanan dinilai menjadi terobosan penting karena memungkinkan masyarakat mengakses informasi layanan secara daring. Mulai dari jadwal dokter, layanan poli, hingga fasilitas dan peralatan medis yang tersedia dapat diakses dengan mudah.

“Semua bisa diakses secara online, sehingga masyarakat bisa mengetahui layanan yang tersedia tanpa harus datang langsung,” jelasnya.

Tursiyati juga menekankan pentingnya sosialisasi secara masif hingga ke pelosok desa. Pasalnya, peluncuran program tersebut masih terbatas pada forum konsultasi publik yang dihadiri perwakilan instansi dan lembaga terkait.

“Kami mendorong agar sosialisasi ini sampai ke desa-desa. Saat ini kan sudah banyak fasilitas WiFi publik di desa yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarluaskan informasi dari Dinas Kesehatan,” ungkapnya.

Selain itu, ia berharap adanya sinergi yang lebih kuat antara RSUD Tjitrowardojo dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes 1) maupun rumah sakit daerah lainnya, terutama dalam sistem rujukan pasien.

“Harapannya ada kejelasan layanan rujukan, mana yang bisa ditangani di RSUD Tjitrowardojo dan mana yang perlu dirujuk ke rumah sakit lain, sehingga pelayanan bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” tandasnya.(*)