PLUT Sudah Naik Kelas, DPRD Soroti Minimnya Sosialisasi ke Pelaku UMKM

By DPRD PURWOREJO 06 Jan 2026, 13:38:11 WIB Pemerintahan
PLUT Sudah Naik Kelas, DPRD Soroti Minimnya Sosialisasi ke Pelaku UMKM

Kabupaten Purworejo dinilai memiliki modal kuat dalam pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui keberadaan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang difasilitasi langsung oleh Kementerian. Fasilitas tersebut disebut sangat memadai, baik dari sisi sarana prasarana, sistem pendukung, maupun dukungan anggaran dari tahun ke tahun.


Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Purworejo, Tursiyati, menyampaikan hal tersebut usai melakukan pengawasan dalam daerah ke UPT PLUT yang diikuti seluruh anggota Komisi III DPRD Purworejo, Selasa (6/1/2026).


Menurut Tursiyati, dengan dukungan fasilitas yang terbilang lengkap, Komisi III sebagai mitra kerja sangat berharap adanya tolok ukur yang jelas terhadap manfaat dan progres kegiatan yang telah dilaksanakan di PLUT.


“Ketika satu kelompok masyarakat dilatih, yang kami harapkan bukan hanya sekadar pintar secara teori, tetapi ada peningkatan produksi, peningkatan ekonomi, dan dampak nyata bagi kesejahteraan,” ujarnya.


Ia menegaskan, Komisi III melakukan evaluasi terhadap seluruh program yang telah dijalankan di PLUT, sekaligus mendorong optimalisasi hasil dari berbagai kegiatan pelatihan dan pendampingan yang sudah dilaksanakan.


Berdasarkan paparan Kepala UPT PLUT, Hari Sukoso, Tursiyati menyebutkan bahwa kinerja PLUT menunjukkan peningkatan signifikan. Target awal pembinaan 3.000 UMKM bahkan telah terlampaui, dengan capaian mencapai sekitar 3.300 UMKM.


“Artinya ada kenaikan kelas. Ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” katanya.


Meski demikian, Tursiyati menilai masih terdapat sejumlah hal yang perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek sosialisasi. Saat ini tercatat sekitar 9.000 UMKM telah tersentuh program PLUT, namun ia meyakini masih banyak pelaku usaha di masyarakat yang belum mengetahui keberadaan maupun layanan PLUT.


“Kami mendorong agar PLUT lebih aktif turun ke kecamatan, bahkan mengundang perwakilan desa untuk diberikan edukasi. Karena semua layanan di PLUT ini gratis,” tegasnya.


Ia berharap, dengan optimalisasi sumber daya manusia, konsultan yang berjumlah lima orang, serta sarana prasarana yang ada, PLUT dapat semakin maksimal dalam mendorong pemberdayaan UMKM.


“Dengan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang dimiliki, Purworejo seharusnya sudah bisa ‘top markotop’ melalui pemberdayaan UMKM,” jelas Tursiyati.(*)