▴Hari Anak Nasional▴
- Raih Sertifikat Eliminasi Malaria, Ketua DPRD Ingatkan Hal Ini
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo sekaligus Bendahara Fraksi Golkar, H. Akhmad Afif, menyampaikan pandangan akademik terkait rencana pembukaan kelas jauh oleh Universitas Negeri Yogyakarta di wilayah Purworejo.
Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan perguruan tinggi lokal yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Perguruan tinggi lokal di Purworejo juga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda daerah. Karena itu, kebijakan pendidikan tinggi harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem akademik lokal,” katanya, Sabtu (09/05/2026).
H. Akhmad Afif menilai pembukaan kelas jauh berpotensi menciptakan persaingan yang tidak seimbang dalam penerimaan mahasiswa baru. Kampus lokal dengan sumber daya terbatas dikhawatirkan akan menghadapi tekanan besar dari institusi pendidikan yang memiliki nama besar, infrastruktur, dan daya tarik nasional.
Ia menyebut kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya jumlah mahasiswa baru, terganggunya stabilitas kelembagaan kampus lokal, hingga terhambatnya pengembangan program studi yang telah berjalan.
Selain itu, ia berpandangan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di Purworejo seharusnya dilakukan melalui penguatan perguruan tinggi lokal, bukan melalui dominasi institusi dari luar daerah.
“Jika tujuan utamanya meningkatkan kualitas SDM, maka yang perlu diperkuat adalah kapasitas kampus lokal melalui pembinaan akademik, kolaborasi riset, pertukaran dosen, dan pengembangan kurikulum bersama,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pendidikan tinggi daerah agar tetap sehat, mandiri, dan mampu berkembang sesuai potensi lokal.
Sebagai solusi, H. Akhmad Afif mendorong adanya kemitraan strategis antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan perguruan tinggi di Purworejo dalam bentuk program peningkatan mutu akademik, pusat riset bersama, hingga pelatihan dosen dan tenaga kependidikan.
“Kolaborasi akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan persaingan yang justru berpotensi melemahkan kampus lokal. Yang dibutuhkan adalah sinergi untuk kemajuan pendidikan tinggi di Purworejo,” pungkasnya.(*)



