▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo sekaligus Bendahara Fraksi Golkar, H. Akhmad Afif, menyampaikan pandangan akademik terkait rencana pembukaan kelas jauh oleh Universitas Negeri Yogyakarta di wilayah Purworejo.
Menurutnya, rencana tersebut perlu dikaji secara mendalam agar tidak menimbulkan dampak terhadap keberlangsungan perguruan tinggi lokal yang selama ini telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di daerah.
“Perguruan tinggi lokal di Purworejo juga memiliki peran strategis dalam mencetak generasi muda daerah. Karena itu, kebijakan pendidikan tinggi harus mempertimbangkan keseimbangan ekosistem akademik lokal,” katanya, Sabtu (09/05/2026).
H. Akhmad Afif menilai pembukaan kelas jauh berpotensi menciptakan persaingan yang tidak seimbang dalam penerimaan mahasiswa baru. Kampus lokal dengan sumber daya terbatas dikhawatirkan akan menghadapi tekanan besar dari institusi pendidikan yang memiliki nama besar, infrastruktur, dan daya tarik nasional.
Ia menyebut kondisi tersebut dapat berdampak pada menurunnya jumlah mahasiswa baru, terganggunya stabilitas kelembagaan kampus lokal, hingga terhambatnya pengembangan program studi yang telah berjalan.
Selain itu, ia berpandangan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia di Purworejo seharusnya dilakukan melalui penguatan perguruan tinggi lokal, bukan melalui dominasi institusi dari luar daerah.
“Jika tujuan utamanya meningkatkan kualitas SDM, maka yang perlu diperkuat adalah kapasitas kampus lokal melalui pembinaan akademik, kolaborasi riset, pertukaran dosen, dan pengembangan kurikulum bersama,” katanya.
Ia juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pendidikan tinggi daerah agar tetap sehat, mandiri, dan mampu berkembang sesuai potensi lokal.
Sebagai solusi, H. Akhmad Afif mendorong adanya kemitraan strategis antara Universitas Negeri Yogyakarta dengan perguruan tinggi di Purworejo dalam bentuk program peningkatan mutu akademik, pusat riset bersama, hingga pelatihan dosen dan tenaga kependidikan.
“Kolaborasi akan jauh lebih bermanfaat dibandingkan persaingan yang justru berpotensi melemahkan kampus lokal. Yang dibutuhkan adalah sinergi untuk kemajuan pendidikan tinggi di Purworejo,” pungkasnya.(*)



