165 Siswa SD Muhammadiyah Kutoarjo Kunjungi DPRD

By DPRD PURWOREJO 16 Apr 2026, 13:52:26 WIB Pemerintahan
165 Siswa SD Muhammadiyah Kutoarjo Kunjungi DPRD

Keterangan Gambar : Siswa SD Muhamadiyah Kutoarjo mendengarkan penjelasan dari Sekretariat DPRD tentang tugas-tugas anggota DPRD.


Sebanyak 165 siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah Kutoarjo mengunjungi Gedung DPRD Kabupaten Purworejo, Kamis (16/04/2026). Kunjungan tersebut diterima jajaran Sekretariat DPRD (Setwan), lantaran para anggota dewan sedang melaksanakan tugas di berbagai tempat.


Kegiatan yang mengusung tema “Suara Demokrasi Kecil” ini bertujuan mengenalkan fungsi lembaga legislatif kepada siswa sejak dini melalui pendekatan interaktif dan edukatif.


Kepala Bagian Fasilitasi Penganggaran dan Pengawasan (Kabag FPP) Setwan DPRD Purworejo, Bambang Setyo Budoto, S.Sos., menyampaikan bahwa program inovasi LENTERA MERAH (Layanan Edukasi Parlemen Daerah) hadir sebagai upaya meningkatkan literasi politik generasi muda.


“Kami sangat mengapresiasi kehadiran adik-adik dari SD Muhammadiyah Kutoarjo. Melalui inovasi LENTERA MERAH, kami ingin membuka ruang seluas-luasnya bagi dunia pendidikan untuk memahami parlemen. Kami juga ingin menghilangkan kesan kaku dan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan,” ujarnya.


Ia menambahkan, LENTERA MERAH merupakan sistem layanan edukasi terpadu yang memfasilitasi sekolah untuk mempelajari berbagai aspek kelembagaan DPRD, mulai dari sejarah, tata ruang, hingga mekanisme pengambilan keputusan melalui simulasi rapat.


Selama kegiatan, para siswa mendapatkan materi terkait sejarah berdirinya DPRD, tugas dan fungsi DPRD yang meliputi legislasi, anggaran, dan pengawasan, hingga struktur organisasi seperti Alat Kelengkapan Dewan (AKD), fraksi, dan daerah pemilihan (dapil).


Tak hanya itu, para siswa juga mengikuti simulasi rapat parlemen di ruang sidang utama. Dalam simulasi tersebut, siswa mempraktikkan langsung jalannya persidangan layaknya anggota dewan.


Pihak SD Muhammadiyah Kutoarjo yang didampingi 10 guru mengaku terbantu dengan adanya program tersebut. Materi yang disampaikan dinilai relevan dengan kurikulum kewarganegaraan serta memudahkan siswa memahami praktik demokrasi secara nyata.(*)