▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Ajeng Dewi Dorong Rehabilitasi Gedung Lama Perpustakaan untuk Perkuat Layanan Literasi

Gedung lama bekas Perpustakaan Daerah yang saat ini dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpusip) Kabupaten Purworejo dan hanya difungsikan sebagai gudang dinilai masih sangat layak untuk direhabilitasi dan dimanfaatkan kembali.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Purworejo, Ajeng Dewi Purnamasari, dalam wawancara pada Kamis (5/3/2026). Menurut Ajeng Dewi, keberadaan gedung lama tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung pengembangan layanan perpustakaan sekaligus memperkuat budaya literasi di masyarakat.
Menurutnya, kondisi Perpustakaan Daerah Purworejo saat ini sudah cukup baik dan menunjukkan perkembangan, terutama dengan adanya penambahan koleksi buku baru. Namun, pemanfaatan aset lama juga perlu menjadi perhatian agar pengembangan perpustakaan bisa lebih maksimal.
“Gedung lama itu sangat potensial. Kalau direhabilitasi dan difungsikan kembali, tentu akan memperluas layanan dan memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi dan ruang publik,” kata Ajeng Dewi.
Ia menilai, langkah pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas perpustakaan melalui pengadaan buku baru patut diapresiasi. Sebab, penambahan koleksi bacaan menjadi salah satu upaya penting untuk meningkatkan minat baca masyarakat.
Meski begitu, Ajeng Dewi menegaskan bahwa pengembangan perpustakaan tidak cukup hanya dengan pengadaan buku. Optimalisasi sarana dan prasarana, termasuk pemanfaatan gedung lama, juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan.
“Pengadaan buku sudah membawa kemajuan, tapi rehabilitasi gedung lama juga penting. Aset yang ada harus bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ajeng Dewi berharap pemerintah daerah dapat mempertimbangkan rehabilitasi gedung lama tersebut dalam perencanaan pembangunan ke depan. Dengan begitu, fasilitas perpustakaan di Purworejo bisa semakin lengkap dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat. (*)



