▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Anggota DPRD Jadi Motor Penggerak KPPI Purworejo

Kaukus Perempuan politik Indonesia (KPPI) menjadi organisasi yang menyiapkan kader-kader perempuan yang handal, kompeten, dan berkualitas untuk maju dalam pemilu.
Mereka mengawal keterwakilan perempuan di parlemen (target 30%) dan mendorong kebijakan responsif gender melalui penguatan kapasitas kader perempuan. Visi-misinya berfokus pada terciptanya demokrasi yang adil, setara, dan berkualitas, di mana perempuan menjadi aktor penting dalam pengambil keputusan.
Di Purworejo, KPPI digawangi oleh anggota DPRD dari berbagai parpol yang ada. Saat ini tercatat ada 11 anggota DPRD Purworejo merupakan kaum perempuan.
Dalam kepengurusannya pun, anggota DPRD Purworejo ini juga memegang kunci penting. Dimana duduksebagai ketua adalah Ajeng Dewi Purnamasari dari FraksiGerindra dan juga wakil ketua komisi I. Sebagai sekretaris adalah Estri Utami setyowati yang di dprd purworejo menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
Ajeng Dewi mengungkapkan dirinya juga mengajak bagi kaum perembuan untuk berani bersuara, cerdas, dan menjaga integritas. Mereka juga diajak untuk masuk ke partai, organisasi, dan ruang-ruang pengambilan keputusan.
"Jika bukan kita yang mengisi kursi tersebut, siapa lagi yang akan memperjuangkan kepentingan perempuan," kata Ajeng Dewi, Selasa (28/4/2026).



