▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Anggota DPRD Jadi Motor Penggerak KPPI Purworejo

Kaukus Perempuan politik Indonesia (KPPI) menjadi organisasi yang menyiapkan kader-kader perempuan yang handal, kompeten, dan berkualitas untuk maju dalam pemilu.
Mereka mengawal keterwakilan perempuan di parlemen (target 30%) dan mendorong kebijakan responsif gender melalui penguatan kapasitas kader perempuan. Visi-misinya berfokus pada terciptanya demokrasi yang adil, setara, dan berkualitas, di mana perempuan menjadi aktor penting dalam pengambil keputusan.
Di Purworejo, KPPI digawangi oleh anggota DPRD dari berbagai parpol yang ada. Saat ini tercatat ada 11 anggota DPRD Purworejo merupakan kaum perempuan.
Dalam kepengurusannya pun, anggota DPRD Purworejo ini juga memegang kunci penting. Dimana duduksebagai ketua adalah Ajeng Dewi Purnamasari dari FraksiGerindra dan juga wakil ketua komisi I. Sebagai sekretaris adalah Estri Utami setyowati yang di dprd purworejo menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD.
Ajeng Dewi mengungkapkan dirinya juga mengajak bagi kaum perembuan untuk berani bersuara, cerdas, dan menjaga integritas. Mereka juga diajak untuk masuk ke partai, organisasi, dan ruang-ruang pengambilan keputusan.
"Jika bukan kita yang mengisi kursi tersebut, siapa lagi yang akan memperjuangkan kepentingan perempuan," kata Ajeng Dewi, Selasa (28/4/2026).



