▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
.jpg)
PURWOREJO – DPRD Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi terhadap inovasi desa mandiri energi berupa peluncuran alat pengairan pertanian bertenaga surya di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mendukung sektor pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, yang juga berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Bayan dan Banyuurip. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan untuk membantu kebutuhan petani di wilayah setempat.
Menurut Rudi, penggunaan panel surya untuk mengoperasikan pompa air yang mengambil sumber air dari sungai menuju area persawahan merupakan solusi yang tepat di tengah tantangan kebutuhan energi dan biaya operasional pertanian.
"Kegiatan ini sangat bagus untuk para petani di desa ini. Inovasi seperti ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang benar-benar membutuhkan teknologi baru," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian petani masih mengandalkan pompa berbahan bakar solar maupun bensin yang dinilai kurang efisien dan sering terkendala ketersediaan bahan bakar.
"Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem ini menjadi solusi yang efisien, lebih murah, dan tidak memerlukan bahan bakar. Harapannya, desa-desa lain dapat mengadopsi teknologi serupa sebagai alternatif pengairan pertanian yang lebih baik," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, Alipman Syafi'i, juga menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani.
Ia menilai keberadaan pompa energi surya berpotensi meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui terpenuhinya kebutuhan air secara lebih optimal.
"Ke depan diharapkan hasil pertanian dapat meningkat. Yang sebelumnya mungkin hanya satu kali panen, bisa meningkat hingga tiga kali panen dalam setahun," katanya.
Selain itu, ia menyebut masih terdapat sejumlah wilayah lain di Dapil III yang memiliki potensi untuk penerapan program serupa, khususnya daerah yang mengalami keterbatasan air saat musim kemarau.
Melalui inovasi tersebut, DPRD Purworejo berharap pemanfaatan energi terbarukan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Purworejo.



