▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
.jpg)
PURWOREJO – DPRD Kabupaten Purworejo memberikan apresiasi terhadap inovasi desa mandiri energi berupa peluncuran alat pengairan pertanian bertenaga surya di Desa Krandegan, Kecamatan Bayan, Kamis (21/5/2026). Kegiatan yang digelar bertepatan dengan peringatan Hari Bumi tersebut dinilai menjadi langkah nyata dalam mendukung sektor pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Purworejo, Rudi Hartono, yang juga berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) III meliputi Kecamatan Bayan dan Banyuurip. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi yang dikembangkan untuk membantu kebutuhan petani di wilayah setempat.
Menurut Rudi, penggunaan panel surya untuk mengoperasikan pompa air yang mengambil sumber air dari sungai menuju area persawahan merupakan solusi yang tepat di tengah tantangan kebutuhan energi dan biaya operasional pertanian.
"Kegiatan ini sangat bagus untuk para petani di desa ini. Inovasi seperti ini bisa menjadi percontohan bagi desa-desa lain yang benar-benar membutuhkan teknologi baru," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa selama ini sebagian petani masih mengandalkan pompa berbahan bakar solar maupun bensin yang dinilai kurang efisien dan sering terkendala ketersediaan bahan bakar.
"Dengan memanfaatkan energi matahari, sistem ini menjadi solusi yang efisien, lebih murah, dan tidak memerlukan bahan bakar. Harapannya, desa-desa lain dapat mengadopsi teknologi serupa sebagai alternatif pengairan pertanian yang lebih baik," tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo, Alipman Syafi'i, juga menyampaikan dukungannya terhadap inovasi yang dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya petani.
Ia menilai keberadaan pompa energi surya berpotensi meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui terpenuhinya kebutuhan air secara lebih optimal.
"Ke depan diharapkan hasil pertanian dapat meningkat. Yang sebelumnya mungkin hanya satu kali panen, bisa meningkat hingga tiga kali panen dalam setahun," katanya.
Selain itu, ia menyebut masih terdapat sejumlah wilayah lain di Dapil III yang memiliki potensi untuk penerapan program serupa, khususnya daerah yang mengalami keterbatasan air saat musim kemarau.
Melalui inovasi tersebut, DPRD Purworejo berharap pemanfaatan energi terbarukan dapat terus dikembangkan sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Purworejo.



