▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Erwin Sulistiani Dorong Penguatan Literasi Pahlawan Nasional Asal Purworejo

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Erwin Sulistiani, menekankan pentingnya penguatan literasi sejarah terkait tokoh-tokoh Pahlawan Nasional asal Purworejo, khususnya bagi generasi muda. Hal tersebut disampaikannya dalam hasil wawancara.
Menurut Erwin, terdapat lima tokoh besar asal Purworejo yang telah dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, yakni Ahmad Yani, Wage Rudolf Supratman, Oerip Soemohardjo, Kasman Singodimedjo, dan Sarwo Edhie Wibowo. Kelima tokoh tersebut memiliki kontribusi besar dalam sejarah bangsa Indonesia, namun pemahaman masyarakat terhadap kiprah mereka dinilai masih belum mendalam.
“Generasi muda perlu diberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang para pahlawan nasional dari Purworejo, supaya mereka tidak hanya mengenal nama, tetapi juga memahami perjuangan dan kontribusinya,” kata Erwin, Kamis (19/3/2026).
Ia menjelaskan, penguatan literasi sejarah lokal menjadi langkah strategis untuk menumbuhkan rasa cinta daerah sekaligus memperkaya wawasan kebangsaan. Dengan pemahaman yang baik, para pelajar diharapkan mampu menghargai jasa para pahlawan serta menjadikan nilai-nilai perjuangan mereka sebagai inspirasi.
Erwin menilai, selama ini pengetahuan tentang tokoh-tokoh tersebut masih bersifat umum dan belum banyak digali secara mendalam. Padahal, menurutnya, setiap tokoh memiliki latar belakang perjuangan yang penting untuk dipelajari secara lebih detail.
“Selama ini kita hanya tahu mereka sebagai pahlawan dari Purworejo, tetapi cerita perjuangan dan peran besarnya belum banyak dipahami secara utuh,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mendorong adanya langkah konkret dari pemerintah daerah, khususnya dalam penyusunan bahan ajar yang lebih sistematis. Salah satunya melalui pembuatan buku seri pahlawan nasional asal Purworejo yang dapat dijadikan referensi pendidikan.
Selain itu, Erwin juga mengusulkan agar materi tentang pahlawan lokal dimasukkan dalam kurikulum muatan lokal di sekolah. Menurutnya, langkah tersebut penting agar sejarah daerah tetap lestari dan tidak tergerus oleh perkembangan zaman.
“Membangun literasi pahlawan lokal itu penting. Ini bagian dari upaya menjaga sejarah daerah sekaligus menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap Purworejo,” jelasnya. (*)



