▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Fasilitas Makin Lengkap, DPRD Ajak Masyarakat Kunjungi Memorial House WR Soepratman

Pembangunan fasilitas MCK Memorial House WR Soepratman, Dusun Tembelang, Desa Somongari, Kecamatan Kaligesing, Purworejo yang dilakukan akhir tahun 2025 lalu menjadi perhatian khusus dari anggota dprd purworejo sri Susilowati.
Sri susilowati yang juga menjadi Ketua Komisi IV DPRD ini menyampaikan meskipun masih kecil, alokasi APBD sudah mulai memberikan kontribusi nyata, salah satunya pembangunan fasilitas MCK di kawasan memorial.
“Selama ini kalau ada tamu dan ingin ke kamar mandi harus menumpang ke rumah warga terdekat, yang jaraknya juga tidak dekat. Dengan pembangunan MCK ini, paling tidak sudah memberikan kenyamanan,” kata Sri Susilowati, jumat (6/3/2026).
Sri juga menyoroti perbaikan tata letak kawasan memorial yang dinilai sudah jauh lebih baik dibandingkan kondisi sebelumnya. DPRD, lanjutnya, sepakat untuk terus mengawal pengembangan Memorial House WR Soepratman agar semakin layak menjadi ruang edukasi sejarah bagi masyarakat.
“Kita ini seharusnya bangga. WR Soepratman adalah salah satu pahlawan nasional yang berjuang melalui seni,” tegasnya.
Sri Susilowati juga mengatakan kalau proses penciptaan lagu Indonesia Raya bukanlah perkara mudah. WR Soepratman harus menyanyikannya tanpa teks demi menghindari penangkapan oleh pemerintah kolonial Belanda.
“Pada saat itu, kalau ada teks lalu diketahui Belanda, dia bisa ditangkap. Bahkan menulis teks Indonesia Raya pun dilakukan secara sembunyi-sembunyi,” jelas Sri.
Menurutnya, teks dalam lagu kebangsaan tersebut mengandung semangat juang masyarakat Indonesia, khususnya para pemuda, untuk meraih kemerdekaan. Oleh karena itu, pengembangan kawasan Memorial House WR Soepratman dianggap penting untuk menjaga sejarah dan menanamkan nilai patriotisme kepada generasi kini.(*)



