▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Hardiknas Jangan Sekedar Jadi Seremoni

Keterangan Gambar : Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Ivan Fatchan Gani Wardhana.
Pemerataan akses pendidikan antara wilayah desa dan kota menjadi sorotan utama DPRD Kabupaten Purworejo dalam momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Wakil Ketua Komisi IV DPRD Purworejo, Ivan Fatchan Gani Wardhana, menegaskan bahwa pendidikan yang berkualitas harus dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, tanpa terkecuali.
Ia menyampaikan, Hardiknas tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi bersama untuk mengevaluasi sejauh mana pendidikan telah benar-benar menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan mampu mengurangi kesenjangan, khususnya antara wilayah perkotaan dan pelosok desa.
“Pemerataan pendidikan harus menjadi prioritas. Jangan sampai ada perbedaan kualitas maupun akses antara sekolah di kota dan desa. Semua anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas,” kata Ivan, Sabtu (2/5/2026).
Menurut Ivan, DPRD secara konsisten mendorong peningkatan mutu dan kualitas pendidikan melalui perbaikan kurikulum serta penguatan hasil akhir pembelajaran. Ia menekankan bahwa lulusan pendidikan tidak hanya dituntut cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan akhlak mulia.
Selain itu, pendidikan inklusif juga menjadi perhatian penting. Ia berharap akses pendidikan dapat semakin terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk di wilayah terpencil, sehingga tidak ada lagi anak yang tertinggal dalam memperoleh hak pendidikan.
Ivan juga menegaskan pentingnya pendidikan berkarakter yang sejalan dengan nilai-nilai yang diajarkan Ki Hajar Dewantara, di mana pendidikan harus mampu membentuk kepribadian, semangat kebangsaan, serta kemandirian peserta didik.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga orang tua, untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan partisipasi pendidikan.
“Hardiknas harus menjadi titik balik untuk memperkuat komitmen kita semua. Pendidikan harus benar-benar memerdekakan dan menjadi prioritas pembangunan, agar mampu mencetak generasi unggul di masa depan,” jelas politisi Partai NasDem ini. (*)



