▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Komisi I DPRD Purworejo Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Motor Penggerak Ekonomi Desa

Dua anggota DPRD Purworejo dari Komisi I Purworejo, masing-masing Jaka Hartana dan Ajeng Dewi Purnamasari menjadi narasumber utama dalam kegiatan yang diadakan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Purworejo, Kamis (8/7/2026).
Kegiatan ini adalah Rapat koordinasi penyelesaian masalah yang dihadapi pelaku usaha dengan tema bersama menemukan solusi tepat untuk usaha yang lebih kuat, berkembang dan berdaya saing.
Ajeng Dewi yang menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I mengungkapkan dalam kegiatan itu dirinya lebih banyak mengupas mengenai keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang ada di Kabupaten Purworejo.
Menurutnya, Koperasi Merah Putih dirancang tidak hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai unit usaha sesuai kebutuhan masyarakat. Di antaranya sektor agribisnis yang meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan, layanan logistik, gerai sembako, gerai obat murah, gudang penyimpanan (cold storage), hingga klinik desa atau kelurahan.
"Tujuan berkoperasi adalah mewujudkan koperasi yang kuat dari sisi kelembagaan, sehat dalam menjalankan usaha, mandiri dalam menyelesaikan persoalan internal dan mengambil keputusan, serta tangguh menghadapi persaingan maupun perubahan lingkungan strategis," jelas Ajeng Dewi.
Ajeng Dewi juga mengingatkan masih ada sejumlah tantangan juga masih dihadapi, di antaranya minimnya regenerasi anggota, keterbatasan sumber daya manusia yang kompeten dalam mengelola koperasi, serta tata kelola yang masih bersifat tradisional.
"Kita semua tentu berharap, keberadaan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diharapkan menjadi momentum untuk membangun koperasi yang modern, profesional, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat di tingkat desa maupun kelurahan," jelasnya. (*)



