▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Perempuan Harus Ambil Peran dalam Pembangunan

Semangat Hari Hari Kartini menjadi momentum penting bagi perempuan untuk mengambil peran nyata dalam pembangunan, bukan sekadar menjadi objek kebijakan. Hal itu ditegaskan Wakil Ketua DPRD Kabupaten DPRD Kabupaten Purworejo, Estri Utami Setyowati, saat memberikan pandangannya terkait peringatan Hari Kartini dan kiprah Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) di Kabupaten Purworejo.
Menurut Estri, perempuan memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi dalam pembangunan melalui bidang, kemampuan, dan peran masing-masing. Perbedaan latar belakang, menurutnya, bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan untuk bersatu dalam tujuan bersama membangun daerah.
“Kita bersama-sama belajar bahwa semua punya kesempatan untuk berkontribusi dalam pembangunan di bidangnya masing-masing, melalui kemampuannya masing-masing, melalui kendaraannya masing-masing. Kita berbeda-beda tetapi tetap satu tujuan, satu visi untuk kemajuan bersama,” kata Estri, Kamis (30/4/2026)
Dengan meneladani perjuangan Raden Ajeng Kartini, Estri menegaskan perempuan harus ikut menjaga kemerdekaan dengan cara mengisi pembangunan dan memperjuangkan berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya perempuan dan anak.
Ia menilai, selama ini perempuan kerap ditempatkan sebagai objek pembangunan, padahal seharusnya perempuan tampil sebagai subjek sekaligus penggagas perubahan. Menurutnya, perempuan harus berani hadir di ruang-ruang strategis, termasuk dalam pembahasan anggaran dan kebijakan publik.
“Perempuan bukan sekadar pelengkap. Perempuan harus menjadi subjek pembangunan, menjadi perintis dan penggagas. Kita harus masuk di ranah kebijakan dan anggaran agar program-program yang mendukung perempuan bisa lebih kuat dan lebih besar,” tegasnya.
Estri menambahkan, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan menjadi penting karena perempuan memahami langsung kebutuhan di lapangan, mulai dari perlindungan perempuan, pendidikan anak, peningkatan keterampilan, hingga pengentasan kemiskinan.
Menurutnya, tanpa perjuangan politik dan kebijakan yang berpihak, anggaran untuk kepentingan perempuan akan sulit terealisasi secara maksimal.
Ia juga mengapresiasi banyaknya perempuan hebat di Purworejo yang kini mulai aktif berkolaborasi dalam berbagai sektor pembangunan. Kehadiran Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI), kata dia, menjadi wadah strategis untuk saling menguatkan dan berbagi gagasan.
“KPPI ini menjadi ruang bagi perempuan untuk bergandengan tangan, berbagi pengalaman, dan bersama-sama mengisi pembangunan di Kabupaten Purworejo,” ujarnya.
Estri juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik dalam kontestasi demokrasi adalah hal biasa. Namun setelah proses politik selesai, seluruh elemen, terutama perempuan, harus bersatu meninggalkan ego kelompok demi tujuan besar membangun Purworejo yang lebih baik.
“Lima tahun sekali kita memang bertarung di lapangan, itu bagian dari perjuangan demokrasi. Tapi setelah itu, mari tinggalkan ego warna masing-masing dan bersatu padu membangun Purworejo agar lebih baik ke depan,” jelas Estri. (*)



