▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Petani Banyuurip Keluhkan Serangan Hama Tikus, Jadi Aspirasi Utama dalam Reses Roni Sumhastomo

Penanganan hama tikus menjadi aspirasi utama yang disampaikan para petani dalam kegiatan Reses Masa Persidangan II Tahun 2026 anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Fraksi Partai Golkar, Roni Sumhastomo. Keluhan tersebut mengemuka dalam reses yang digelar di Kelurahan Kledung Kradenan, Kecamatan Banyuurip, Senin (1/6/2026).
Serangan hama tikus dinilai semakin mengganggu produktivitas pertanian dan berpotensi menurunkan hasil panen. Karena itu, petani berharap adanya dukungan program gerakan pengendalian (gerdal) hama tikus yang dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Kegiatan reses yang berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) Purworejo III yang meliputi Kecamatan Banyuurip dan Bayan tersebut menghadirkan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banyuurip, Normia Setyapeni, SP, dan Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Purworejo, Yogo Triyanto, sebagai narasumber.
Turut hadir dalam kegiatan itu pengurus KTNA Kecamatan Banyuurip, unsur Kelompok Wanita Tani (KWT) Kecamatan Banyuurip, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kelurahan Kledung Kradenan, Agus Sugiyanto.
Selain penanganan hama tikus, para petani juga mengusulkan bantuan alat dan mesin pertanian untuk mendukung peningkatan produktivitas. Kebutuhan yang disampaikan antara lain mesin tanam padi (transplanter) dan alat pembajak atau traktor yang dinilai sangat dibutuhkan kelompok tani.
Usulan lainnya meliputi pembangunan dan peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) guna memperlancar akses distribusi hasil pertanian, serta Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Tidak hanya itu, peserta reses juga mengharapkan adanya peningkatan kapasitas bagi pengurus KTNA dan Kelompok Wanita Tani melalui berbagai pelatihan dan program pemberdayaan guna memperkuat kelembagaan pertanian di tingkat desa.
Dalam kesempatan tersebut, masyarakat turut menyampaikan permasalahan persampahan yang masih dihadapi warga Desa Borokulon. Mereka berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian dan solusi yang tepat untuk mengatasi persoalan lingkungan tersebut.
Roni Sumhastomo mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan program pembangunan daerah. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat di wilayah Banyuurip dan Bayan sehingga perlu mendapatkan dukungan yang memadai.
“Berbagai usulan yang disampaikan masyarakat, terutama terkait pengendalian hama tikus, sarana dan prasarana pertanian, serta peningkatan kapasitas petani akan kami kawal dan perjuangkan sesuai mekanisme yang ada,” katanya. (*)



