▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
PKB Purworejo Komitmen Bawa Aspirasi Warga NU ke Gedung Dewan

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke tingkat legislatif. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar PKB Kecamatan Purworejo yang digelar bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat.
Ketua DPAC PKB Purworejo, Much Dahlan, yang juga anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKB, menyampaikan bahwa forum halalbihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan NU.
“Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga ruang komunikasi dengan kader di tingkat bawah untuk menyerap aspirasi yang nantinya kami bawa dan perjuangkan di gedung dewan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus DPAC, ranting se-Kecamatan Purworejo, serta Banom NU seperti Ansor, Fatayat, dan Muslimat. Kehadiran berbagai elemen ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara PKB dan NU yang memiliki akar historis yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Much Dahlan juga memaparkan sejumlah aspirasi yang telah diperjuangkan, terutama di bidang pendidikan keagamaan. Di antaranya bantuan untuk sekolah-sekolah Ma’arif seperti Ma’arif Donorejo, An-Nawawi, MI NU Ma’arif Brenggong, hingga SMP Sultan Agung.
“Bantuan dari pusat yang sudah kami akses kurang lebih Rp350 juta. Untuk tingkat MTs juga kami dorong melalui APBD Kabupaten,” jelasnya.
Selain itu, PKB juga tengah mengupayakan pembangunan kantor MWC NU di Kecamatan Purworejo. Namun, proses tersebut masih terkendala penyelesaian lahan.
Di sektor kesejahteraan, pihaknya turut memperjuangkan peningkatan insentif bagi guru ngaji. Saat ini, insentif telah naik dari Rp125.000 menjadi Rp175.000 per bulan.
“Kami di Komisi IV terus berupaya mendorong kenaikan. Harapannya bisa mencapai Rp200.000, tetapi menyesuaikan dengan kemampuan APBD,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jumlah guru ngaji di Purworejo mencapai sekitar 3.500 orang dengan total anggaran insentif dari APBD sekitar Rp8 miliar per tahun.
Melalui berbagai upaya tersebut, PKB berharap dapat terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya warga NU, agar kebutuhan di bidang pendidikan, keagamaan, dan kesejahteraan dapat terakomodasi secara optimal.
“Komunikasi dengan masyarakat akan terus kami jaga, baik melalui kegiatan seperti ini maupun melalui reses yang rutin kami lakukan,” pungkasnya.(*)



