▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
PKB Purworejo Komitmen Bawa Aspirasi Warga NU ke Gedung Dewan

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Purworejo menegaskan komitmennya untuk terus mengawal dan memperjuangkan aspirasi warga Nahdlatul Ulama (NU) hingga ke tingkat legislatif. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan halalbihalal keluarga besar PKB Kecamatan Purworejo yang digelar bersama jajaran pengurus dan tokoh masyarakat.
Ketua DPAC PKB Purworejo, Much Dahlan, yang juga anggota DPRD Purworejo dari Fraksi PKB, menyampaikan bahwa forum halalbihalal tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat, khususnya dari kalangan NU.
“Forum ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga ruang komunikasi dengan kader di tingkat bawah untuk menyerap aspirasi yang nantinya kami bawa dan perjuangkan di gedung dewan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus DPAC, ranting se-Kecamatan Purworejo, serta Banom NU seperti Ansor, Fatayat, dan Muslimat. Kehadiran berbagai elemen ini dinilai penting untuk memperkuat hubungan antara PKB dan NU yang memiliki akar historis yang kuat.
Dalam kesempatan itu, Much Dahlan juga memaparkan sejumlah aspirasi yang telah diperjuangkan, terutama di bidang pendidikan keagamaan. Di antaranya bantuan untuk sekolah-sekolah Ma’arif seperti Ma’arif Donorejo, An-Nawawi, MI NU Ma’arif Brenggong, hingga SMP Sultan Agung.
“Bantuan dari pusat yang sudah kami akses kurang lebih Rp350 juta. Untuk tingkat MTs juga kami dorong melalui APBD Kabupaten,” jelasnya.
Selain itu, PKB juga tengah mengupayakan pembangunan kantor MWC NU di Kecamatan Purworejo. Namun, proses tersebut masih terkendala penyelesaian lahan.
Di sektor kesejahteraan, pihaknya turut memperjuangkan peningkatan insentif bagi guru ngaji. Saat ini, insentif telah naik dari Rp125.000 menjadi Rp175.000 per bulan.
“Kami di Komisi IV terus berupaya mendorong kenaikan. Harapannya bisa mencapai Rp200.000, tetapi menyesuaikan dengan kemampuan APBD,” ungkapnya.
Ia menambahkan, jumlah guru ngaji di Purworejo mencapai sekitar 3.500 orang dengan total anggaran insentif dari APBD sekitar Rp8 miliar per tahun.
Melalui berbagai upaya tersebut, PKB berharap dapat terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, khususnya warga NU, agar kebutuhan di bidang pendidikan, keagamaan, dan kesejahteraan dapat terakomodasi secara optimal.
“Komunikasi dengan masyarakat akan terus kami jaga, baik melalui kegiatan seperti ini maupun melalui reses yang rutin kami lakukan,” pungkasnya.(*)



