▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Reses di Desa Perbatasan, Tunaryo Serap Aspirasi Warga Kambangan

Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, menggelar kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2026 di Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, Sabtu (24/1/2026). Desa tersebut merupakan salah satu wilayah terluar di Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan reses itu dihadiri warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah desa.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian warga di antaranya peningkatan infrastruktur jalan, akses pelayanan dasar, hingga penguatan sektor pertanian dan perekonomian desa. Warga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah mengingat posisi Desa Kambangan sebagai wilayah perbatasan yang dinilai masih membutuhkan dukungan pembangunan.
Menanggapi hal itu, Tunaryo menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses akan dicatat dan diperjuangkan melalui forum DPRD agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan skala prioritas pembangunan.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan perjuangkan. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Tunaryo.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Kambangan yang dinilai terbuka dan konstruktif dalam menyampaikan berbagai persoalan di wilayahnya.
Menurutnya, hasil reses tersebut akan menjadi bahan masukan penting dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Kabupaten Purworejo ke depan, khususnya bagi wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian lebih agar pembangunan bisa berjalan lebih merata.(*)



