▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Reses di Desa Perbatasan, Tunaryo Serap Aspirasi Warga Kambangan

Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Tunaryo, menggelar kegiatan reses masa persidangan pertama tahun 2026 di Desa Kambangan, Kecamatan Bruno, Sabtu (24/1/2026). Desa tersebut merupakan salah satu wilayah terluar di Kabupaten Purworejo yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan reses itu dihadiri warga, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Dalam forum tersebut, masyarakat menyampaikan sejumlah aspirasi yang berkaitan dengan kebutuhan pembangunan di wilayah desa.
Beberapa persoalan yang menjadi perhatian warga di antaranya peningkatan infrastruktur jalan, akses pelayanan dasar, hingga penguatan sektor pertanian dan perekonomian desa. Warga berharap ada perhatian lebih dari pemerintah daerah mengingat posisi Desa Kambangan sebagai wilayah perbatasan yang dinilai masih membutuhkan dukungan pembangunan.
Menanggapi hal itu, Tunaryo menyampaikan bahwa seluruh aspirasi masyarakat yang dihimpun dalam kegiatan reses akan dicatat dan diperjuangkan melalui forum DPRD agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah sesuai dengan kewenangan dan skala prioritas pembangunan.
“Semua aspirasi masyarakat akan kami tampung dan perjuangkan. Ini menjadi bagian penting dalam proses pembangunan daerah agar benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Tunaryo.
Ia juga mengapresiasi partisipasi aktif masyarakat Desa Kambangan yang dinilai terbuka dan konstruktif dalam menyampaikan berbagai persoalan di wilayahnya.
Menurutnya, hasil reses tersebut akan menjadi bahan masukan penting dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan Kabupaten Purworejo ke depan, khususnya bagi wilayah perbatasan yang membutuhkan perhatian lebih agar pembangunan bisa berjalan lebih merata.(*)



