▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Rudi Hartono Apresiasi Jamasan Tosan Aji, Tradisi Adiluhung Harus Terus Dilestarikan

Wakil Ketua DPRD Purworejo Rudi Hartono mengapresiasi pelaksanaan Jamasan Tosan Aji yang digelar di Museum Tosan Aji Purworejo dalam rangkaian peringatan Tahun Baru Jawa 1960 Saka, Kamis (18/6/2026). Menurutnya, tradisi tahunan tersebut bukan sekadar ritual membersihkan benda pusaka, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Purworejo.
Rudi Hartono mengatakan, keberadaan Museum Tosan Aji sebagai salah satu museum yang menyimpan ribuan koleksi pusaka merupakan aset budaya yang sangat berharga. Karena itu, tradisi jamasan harus terus dipertahankan sebagai bentuk penghormatan terhadap karya dan peninggalan para leluhur.
"Jamasan Tosan Aji merupakan tradisi adiluhung yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan budaya yang sangat tinggi. Ini bukan persoalan mistis, tetapi bagaimana kita merawat warisan leluhur agar tetap lestari dan dapat dikenal oleh generasi muda," ujar Rudi.
Menurutnya, pelaksanaan jamasan setiap Bulan Suro juga menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman. Ia menilai budaya lokal harus tetap hidup dan mampu berdampingan dengan kemajuan teknologi serta modernisasi.
Rudi berharap kegiatan tersebut terus dikemas secara menarik sehingga mampu menjadi daya tarik wisata budaya Kabupaten Purworejo. Dengan demikian, masyarakat, khususnya kalangan muda, tidak hanya mengetahui sejarah benda pusaka, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya.
"DPRD tentu mendukung berbagai upaya pelestarian budaya daerah. Kegiatan seperti ini harus terus mendapat perhatian karena menjadi salah satu kekayaan yang membedakan Purworejo dengan daerah lain," katanya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut memiliki rasa tanggung jawab dalam menjaga warisan budaya. Menurutnya, pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama agar nilai-nilai sejarah tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.
Tradisi Jamasan Tosan Aji di Museum Tosan Aji Purworejo merupakan agenda tahunan yang rutin diselenggarakan setiap Bulan Suro. Prosesi tersebut dilakukan sebagai bentuk perawatan koleksi pusaka museum sekaligus menjadi media edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi benda cagar budaya dan pelestarian warisan leluhur.(*)



