▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Sektor PAUD Masih Hadapi Banyak Tantangan

Momentum Halal Bihalal yang digelar Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (HIMPAUDI) Kecamatan Kutoarjo menjadi ajang strategis untuk memperkuat silaturahmi sekaligus konsolidasi para pendidik PAUD. Kegiatan tersebut berlangsung di PP Kuncup Mekar, Desa Tursino, dan diikuti pengurus, Bunda PAUD, serta seluruh guru/pendidik PAUD se-Kecamatan Kutoarjo, Sabtu (11/4/2026).
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Purworejo, Estri Utami, menegaskan bahwa Halal Bihalal bukan sekadar tradisi saling memaafkan, tetapi juga menjadi ruang lahirnya gagasan dan solusi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini.
“Dari forum seperti ini, muncul kritik konstruktif serta rumusan solusi untuk memperbaiki kualitas PAUD di wilayah kita,” kata Estri Utami.
Ia mengakui, sektor PAUD masih menghadapi sejumlah tantangan, baik teknis maupun kebijakan. Di antaranya adalah peningkatan kompetensi tenaga pendidik yang belum merata, kesejahteraan guru PAUD non-formal yang masih perlu perhatian, standarisasi layanan pendidikan, hingga belum optimalnya sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah.
Estri juga menyampaikan bahwa dirinya telah lama menaruh perhatian pada dunia PAUD, mulai dari tingkat kelurahan hingga kabupaten. Ia memahami bahwa banyak lembaga PAUD masih bergantung pada swadaya masyarakat.
“Di ranah legislatif, kami konsisten mendorong peningkatan kapasitas guru melalui pelatihan berbasis kebutuhan, penguatan kelembagaan PAUD, serta mengawal kebijakan agar lebih berpihak pada kesejahteraan guru,” jelasnya.
Menurutnya, guru PAUD memiliki peran strategis dalam pembangunan manusia sejak usia dini. Apa yang dilakukan para pendidik saat ini akan menentukan kualitas generasi di masa mendatang.
“Sudah sepatutnya kebijakan publik memberikan perhatian lebih serius terhadap sektor PAUD, baik dari sisi anggaran, regulasi, maupun perlindungan profesi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Kutoarjo, Sri Lestari, mengungkapkan rasa haru dan apresiasinya atas kehadiran Estri Utami dalam kegiatan tersebut.
“Kami sangat bangga dan berterima kasih kepada Bu Estri yang selama ini terus mendampingi dan memperjuangkan nasib guru PAUD,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas peran Estri dalam memperjuangkan kebijakan tunjangan kinerja (tukin) bagi guru PAUD lulusan SMA yang tetap diberikan hingga tahun 2027.
“Kami sempat putus asa terkait tukin, namun setelah komunikasi dengan Bu Estri dan Dinas Pendidikan, alhamdulillah ada kabar baik. Kami berharap kebijakan ini dapat terus berlanjut hingga para guru menyelesaikan pendidikan S1,” pungkasnya. (*)



