▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Sumitro Soroti Jalan Sempit dan Kebutuhan Traffic Light di Sangubanyu

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sumitro, mengungkapkan sejumlah persoalan infrastruktur dan kebutuhan masyarakat di Desa Sangubanyu, Kecamatan Grabag.
Menurut Sumitro, salah satu persoalan utama yang dikeluhkan warga adalah kondisi jalan kabupaten yang dinilai sudah tidak memadai. Jalan yang menghubungkan Sangubanyu menuju arah Jenar, Purwodadi, saat ini dianggap terlalu sempit jika dibandingkan dengan volume lalu lintas yang terus meningkat.
“Warga mengharapkan adanya pelebaran jalan dari Sangubanyu menuju Jenar Purwodadi. Kondisi lalu lintas sekarang jauh lebih ramai dibandingkan beberapa tahun lalu, sehingga jalan yang ada sudah tidak cukup menampung aktivitas kendaraan,” kata Sumitro, Senin (16/3/2026).
Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas jalan tersebut tidak hanya akan memperlancar mobilitas warga, tetapi juga berdampak positif terhadap berbagai sektor. Mulai dari aktivitas ekonomi masyarakat hingga akses pendidikan, semuanya akan lebih mudah jika didukung infrastruktur jalan yang memadai.
Selain persoalan jalan, Sumitro juga menyoroti kebutuhan pemasangan lampu lalu lintas (traffic light) di pertigaan Desa Sangubanyu. Ia menyebut, titik tersebut menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan akibat tingginya intensitas kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.
“Dari keterangan masyarakat, lalu lintas di sana cukup padat. Bahkan, pada waktu-waktu tertentu sering terjadi kecelakaan. Karena itu, warga berharap ada pemasangan traffic light untuk mengatur arus kendaraan,” jelasnya.
Dengan adanya lampu lalu lintas, diharapkan dapat meminimalisir risiko kecelakaan sekaligus meningkatkan ketertiban pengguna jalan. Sumitro menilai, langkah tersebut penting sebagai bagian dari upaya peningkatan keselamatan berlalu lintas di wilayah tersebut. (*)



