▴Lahir Pancasila▴
- Komisi I DPRD Purworejo Hadiri FGD Penyusunan Perubahan Perda tentang Badan Permusyawaratan Desa
- Bapemperda DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri FGD Bahas Raperda Pengelolaan Rumah Kos dan Rumah Komersial
- Reses DPRD Purworejo di Desa Semono, Warga Sampaikan Keluhan Jalan Rusak hingga Fasilitas PAUD
- Reses DPRD Purworejo di Ketangi, Warga Sampaikan Aspirasi Irigasi hingga Fasilitas Olahraga
- DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Bimbingan Teknis ( Bimtek) Pimpinan dan Anggota DPRD
- DPRD Kabupaten Purworejo Hadiri Rakor Kesiapan Penanganan Kelangkaan Air Bersih dan Karhutla Pada Musim Kemarau Tahun 2026
- DPRD Apresiasi Peluncuran Pompa Air Tenaga Surya di Krandegan
- Komisi II DPRD Kabupaten Purworejo Gelar Rapat Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Perangkat Daerah Tahun 2026
- H. Akhmad Afif Soroti Dampak Akademik Rencana Kelas Jauh UNY di Purworejo
- Launching Kontingen Porprov 2026, DPRD Purworejo Tegaskan Komitmen Dukung Prestasi Atlet
Tempat Sampah Terminal Kongsi Perlu Perhatian

Kenyamanan dan kebersihan Terminal Kongsi Purworejo kembali menjadi sorotan. Kondisi terminal yang seharusnya menjadi wajah pelayanan transportasi dinilai masih jauh dari ideal, sehingga membutuhkan penataan serius oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Purworejo.
Anggota DPRD Purworejo, Tursiyati, menegaskan bahwa sejumlah aspek di Terminal Kongsi perlu segera dibenahi agar kawasan tersebut benar-benar nyaman bagi penumpang maupun pengemudi angkutan. Salah satu persoalan paling mencolok adalah keberadaan tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau menyengat.
“Salah satu yang mencolok dan perlu segera ditangani adalah adanya tempat sampah di Terminal Kongsi itu,” kata Tursiyati, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, secara kewenangan lokasi tempat sampah tersebut berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup dan Perikanan (DLHP) Purworejo. Namun, menurutnya, hal itu tidak bisa menjadi alasan untuk membiarkan kondisi terminal tetap kumuh. Koordinasi antar-OPD tetap harus dilakukan demi menciptakan lingkungan transportasi yang tertata.
“Dinas Perhubungan bisa berkomunikasi dengan DLHP untuk menangani tempat sampah itu,” jelasnya.
Lokasi tempat sampah yang berada di area depan terminal membuat pemandangan menjadi tidak sedap. Meski DLHP rutin melakukan pengangkutan sesuai jadwal, bau tak sedap tetap terasa, ditambah dengan ceceran kotoran yang sulit dibersihkan secara tuntas.
Baca Juga : DPRD Purworejo Serahkan Rekomendasi Atas LKPJ Bupati Akhir Tahun 2023
“Keberadaan tempat sampah itu ada di wajah depan terminal. Walaupun rutin diambil, tetap saja meninggalkan bau yang kurang sedap dan lantainya tidak bersih karena ceceran,” ungkapnya.
Kondisi tersebut berdampak pada minat masyarakat untuk memanfaatkan terminal. Banyak calon penumpang memilih menunggu di luar area terminal karena merasa kurang nyaman berada di dalam. Akibatnya, aktivitas di dalam terminal menjadi sepi dan tidak optimal.
“Dengan kondisi pemandangan dan bau yang tidak sedap, ya calon penumpang emoh masuk ke Terminal Kongsi. Mereka memilih menunggu di luar. Dan karena penumpang di luar, sopir angkot juga tidak mau lama-lama di dalam terminal,” tambahnya.
Tursiyati berharap Pemkab Purworejo serius memberikan perhatian pada Terminal Kongsi sebagai fasilitas publik penting. Penataan ulang, pembersihan area, serta relokasi tempat sampah dinilai sangat perlu dilakukan demi menciptakan wajah transportasi yang lebih layak dan ramah bagi masyarakat.(*)



