▴Hari Anak Nasional▴
- DPRD Terima Aspirasi Soal Kasus Mini Zoo, Aksi Massa Tuntut Penambahan Tersangka
- Bapemperda DPRD Purworejo Koordinasikan Perubahan Propemperda, Dua Raperda Baru Diusulkan Masuk Prioritas
- Polosoro Diminta Tetap Jaga Semangat Pendiri di Bawah Kepemimpinan Andi Prasetiawan
- Ferro Setiasono dan Alfin Ma\'ruf Bekali Pelajar Pemahaman Politik dalam Pendidikan Politik di SMA N 10 Purworejo
- Anak Sehat Akan Optimal Ikuti Proses Belajar
- Much Dahlan Minta Jamaah Haji Jadi teladan Jaga kerukunan
- Estri Utami Dorong Pokir DPRD Sinkron dengan Program OPD demi Tepat Sasaran
- Komisi IV DPRD Soroti Minimnya Anggaran Perbaikan Sarana Sekolah dalam KUA-PPAS 2027
- DPRD Dorong Kejelasan Pemanfaatan Hotel Ganesha melalui Skema Kerja Sama
- Komisi II DPRD Purworejo Maraton Bahas KUA-PPAS 2027 Bersama Lima OPD Mitra Kerja
Timbul Susilo : Jangan Tunggu Sampai Kebakaran Terjadi Baru Bergerak

Anggota DPRD Kabupaten Purworejo Timbul Susilo mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui BPBD yang menggelar Rapat Koordinasi Siaga Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026. Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas mengingat musim kemarau memiliki potensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
Timbul menilai sinergi yang melibatkan BPBD, Cabang Dinas Kehutanan, TNI-Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa hingga berbagai pemangku kepentingan merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat kesiapsiagaan daerah.
"Karhutla tidak bisa ditangani oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, relawan, pemerintah desa hingga masyarakat agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak dini," katanya.
Ia berharap hasil rapat koordinasi tersebut tidak berhenti sebagai pembahasan di atas meja, tetapi benar-benar diwujudkan dalam langkah konkret di lapangan, seperti pemetaan wilayah rawan kebakaran, patroli rutin, edukasi kepada masyarakat, hingga kesiapan personel dan peralatan.
"Harapan kami, rakor ini menghasilkan tindak lanjut yang nyata. Jangan menunggu kebakaran terjadi baru bergerak. Pencegahan jauh lebih penting dan lebih efektif dibanding penanganan saat bencana sudah meluas," ujarnya.
Timbul juga mendorong pemerintah daerah untuk terus meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lahan kering, agar tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
"Kesadaran masyarakat menjadi kunci. Kalau masyarakat memahami bahaya dan dampak Karhutla, maka risiko kebakaran bisa ditekan. DPRD tentu mendukung setiap upaya pemerintah dalam melindungi lingkungan, menjaga keselamatan masyarakat, serta meminimalkan kerugian akibat bencana," jelas Timbul. (*)



